Rangkuman Tafsir dan Tafsir Tarbawi

Nama          : Wa Jasni La Juli

Prodi           : PBA 1 (Pendidikan Bahasa Arab)

Semester    : V (Lima)

Mata Kuliah : Tafsir dan Tafsir Tarbawi

A. Ilmu Pengetahuan dalam Al-Qur'an

1. Sumber ilmu pengetahuan dalam Al-Qur'an

 Q.S Al-Alaq ayat 1-5 

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (١) خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (٢) اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ (٣) الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (٤) عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ(٥)

Artinya

" Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya"

Ayat ini merupakan ayat yang menjelaskan tentang sumber ilmu pengetahuan karena ayat ini yang pertama kali memerintahkan untuk membaca. Yang mana ayat Al-Qur’an ini menunjuk pada ilmu pengetahuan, yaitu dengan memerintahkan membaca sebagai kunci ilmu pengetahuan.

2. Klasifikasi Ilmu Pengetahuan

Didalam Al-Qur'an menjelaskan bahwa ilmu terbagi menjadi dua, yang pertama yaitu ilmu laduni atau ilmu pengetahuan yang di peroleh tanpa upaya manusia. dan kedua ilmu kasby yaitu ilmu yang diperoleh dari usaha atau upaya manusia, seperti sudah di jelaskan dalam Q.S Al-Haqqah Ayat 38-39 Tentang ilmu kasby

فَلَا أُقْسِمُ بِمَا تُبْصِرُونَ (38) وَمَا لَا تُبْصِرُونَ (39)

Artinya

"Maka Aku bersumpah demi apa yang kamu lihat, Dan dengan apa yang tidak kamu lihat." (QS. Al-Haqqah 69: Ayat 38-39) 

Ayat ini sudah menjelaskan bahwa semua fenomena yang ada di dunia ini tidak semuanya kita bisa dilihat bahkan jangan kan dilihat diketahui manusia saja tidak bisa, maka dari sini sudah jelas bahwa pengetahuan manusia amat terbatas.

3. Ayat-ayat ilmu pengetahuan dan penafsirannya

Ilmu agama, Q.S At-Taubah ayat 122

وَمَا كَانَ ٱلْمُؤْمِنُونَ لِيَنفِرُوا۟ كَآفَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَآئِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوا۟ فِى ٱلدِّينِ وَلِيُنذِرُوا۟ قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوٓا۟ إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ


Artinya

"Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya."

Sudah jelas bahwa pada ayat tersebut Allah menerangkan, dimana tidak semua orang mukmin harus berakat ke Medan perang, namun di sini masyarakat di bagi tugasnya masing-masing yaitu sebagian ikut berperang dan sebagian lagi harus menuntut ilmu dan mendalami agama Islam. Agar ajaran-ajaran agama Islam dan ilmu yang di sampaikan bisa lebih efektif dan merata di masyarakat, selain itu agar da'wah pun bisa tetap di sampaikan dan menambah kecerdasan serta wawasan umat Islam. 

 Ada juga ilmu-ilmu pengetahuan selain ilmu agama yang sudah di jelaskan dalam Al-Qur'an, seperti ilmu sejarah, biologi, hewan, fisika, kimia dan lainnya.

4. Keutamaan menuntut ilmu dalam Al-Qur'an

Q.S Az-Zumar ayat 9

أَمَّنْ هُوَ قَٰنِتٌ ءَانَآءَ ٱلَّيْلِ سَاجِدًا وَقَآئِمًا يَحْذَرُ ٱلْءَاخِرَةَ وَيَرْجُوا۟ رَحْمَةَ رَبِّهِۦ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ

Artinya

"(Apakah kamu orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dengan sujud dan berdiri, karena takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah, “Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sebenarnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran."

Dalam ayat ini Allah menyampaikan terkait keutamaan ilmu pengetahuan, yang mana Allah menjelaskan bahwa antara orng yang berilmu dengan yang tidak berilmu itu sangat berbeda, seperti halnya orang yang buta dan bisa melihat, kegelapan dan cahaya, surga dan neraka, itu sangatlah berbeda.

B. Metode pendidikan dalam Al-Qur'an

1. Trem-trem metode dalam Al-Qur'an

Q.S An-Nisa ayat 168

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَظَلَمُوا۟ لَمْ يَكُنِ ٱللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ طَرِيقًا

 Artinya

"Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezaliman, Allah tidak akan mengampuni mereka, dan tidak (pula) akan menunjukkan kepada mereka jalan (yang lurus)"

Dalam bahasa Arab kata Thariqah dia artikan sebagai jalan atau cara. Thariqah sendiri berasal dari kata thariq yang artinya jalan atau petunjuk. Jadi, metode adalah cara yang tepat untuk melakukan sesuatu. Yaitu sesuatu yang dilakukan biasanya memiliki tujuan tertentu, tergantung kepada tujuan yang ingin dicapainya. Jadi metode sendiri artinya jalan atau cara sebagaimana sudah di jelaskan dalam Al-Qur'an Surah An-Nisa ayat 168, yang mana kata thariqah pada ayat tersebut diartikan sebagai jalan.

2. Metode-metode dalam Al-Qur'an

Metode ceramah, Q.S Thaha ayat 25-28

قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِى صَدْرِى, وَيَسِّرْ لِى أَمْرِى, وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّنْ لِّسَانِى, يَفْقَهُوا قَوْلِى

Artinya

"Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku."

Pada Ayat ini di jelaskan bahwa Nabi Musa berdoa kepada Allah agar di lancarkan lisannya dalam berbicara sehingga mereka mudah memahami perkataanya dalam menyampaikan risalah, doa itu dia sampaikan oleh Nabi Musa karena pada lisannya terdapat keganjalan yang menghalanginya untuk berbicara banyak, dari sini kita sudah bisa lihat bahwa Nabi Musa menggunakan metode Ceramah dalam menyampaikan risalah Allah SWT.

Selain dari metode ceramah d atas ada juga Metode-metode lainnya yang dijelaskan dalam Al-Qur'an seperti metode diskusi, tanya jawab, eksperimen, demonstrasi, keteladanan dan lain-lain.

C. Tanggung jawab pendidikan dalam Al-Qur'an

Orang tua, Q.S As-Syuara Ayat 214

وَأَنذِرْ عَشِيرَتَكَ ٱلْأَقْرَبِينَ

Artinya

"Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu (keluarga) yang terdekat."

Lata belakang turunnya ayat ini berkaitan dengan strategi Nabi Muhammad Saw dalam mengajak para sahabatnya untuk masuk kedalam Islami yaitu dengan cara mengajak kaum kerabat dan keluarga, maka dari itu terkait dengan ayat ini menjelaskan bahwa tanggung jawab orang tua yaitu bagmana dia bisa membimbing dan mengarahkan keluarganya ke jalan yang baik dan benar.

Selain dari tanggung jawab orang tua ada juga tanggung jawab lainnya yang sudah di jelaskan dalam Al-Qur'an seperti tanggung jawab individu, masyarakat, sekolah dan pemimpin.

D. Tujuan Pendidikan Dalam Al-Qur'an

Salah satu tujuan pendidikan yang ada dalam Al-Qur'an yaitu terwujudnya hamba yang mengabdi kepada Allah SWT, dalam QS Az-zariyat ayat 56

وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Artinya

"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."

Ayat ini menjelaskan bahwa tujuan Allah menciptakan jin dan manusia tidak lain yaitu untuk menyembah kepada Allah SWT, dan pada dasarnya manusia itu memiliki naluri penghambaan, yang mana naluri tersebut harus diarahkan kepada jalan yang baik dan benar agar manusia bisa menjadi hamba yang menyembah kepada Allah SWT.

Selain tujuan pendidikan yang ada d atas tadi, ada juga beberapa tujuan yang sudah d jelaslah dalam Al-Qur'an seperti mempersiapkan individu menjadi Khalifah, membina dan memupuk Akhlakul Karimah, untuk mencapai kebahagiaan dunia akhirat, dan mempersiapkan manusia secara fisik.

E. Konser Al-Qur'an tentang ABD, Insan, Basyar

1. Konsep Al-Qur'an tentang Abd

Q.S Az-zariyat Ayat 56

وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Artinya

"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah kepada-Ku"

Kata Abd disini memiliki pengertian yang positif yaitu mengenai hubungan antara manusia dengan penciptanya. Yang mana Seorang hamba Tuhan artinya orang yang patuh terhadap perintahnya, dan kata Abd pada ayat ini di pakai untuk menyebut semua manusia dan jin untuk beribadah kepada Allah SWT.

2. Konsep Al-Qur'an tentang insan

Q.S Al-mu'minun ayat 12-13

 وَلَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ مِن سُلَٰلَةٍ مِّن طِينٍ (12) ثُمَّ جَعَلْنَٰهُ نُطْفَةً فِى قَرَارٍ مَّكِينٍ (13)

Artinya

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim)."

Kata insan pada ayat tersebut merujuk pada proses kejadian manusia, baik proses penciptaan Adam maupun proses manusia pasca Adam di alam rahim yang berlangsung secara utuh dan berproses yang membutuhkan waktu berbulan-bulan.

3. Konsep Al-Qur'an tentang Basyar

Q.S Al-mu'minun Ayat 12-14

وَلَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ مِن سُلَٰلَةٍ مِّن طِينٍ (12) ثُمَّ جَعَلْنَٰهُ نُطْفَةً فِى قَرَارٍ مَّكِينٍ (13) ثُمَّ خَلَقْنَا ٱلنُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا ٱلْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا ٱلْمُضْغَةَ عِظَٰمًا فَكَسَوْنَا ٱلْعِظَٰمَ لَحْمًا ثُمَّ أَنشَأْنَٰهُ خَلْقًا ءَاخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ ٱللَّهُ أَحْسَنُ ٱلْخَٰلِقِينَ (14)

Artinya

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik."

Pada ayat dia atas menjelaskan terkait dengan proses penciptaan manusia melalui beberapa fase, yang mana pada fase tersebut menjelaskan tentang perkembangan manusia sebagai makhluk biologis.

F. Konsep pendidikan seumur hidup dalam Al-Qur'an

1. Pendidikan pranatal (Tarbiyah Qobl Al-Wiladah)

Pendidikan pranatal adalah pendidikan sebelum masa melahirkan, masa ini di tandai dengan pemilihan jodoh, pernikahan dan kehamilan.

Fase kehamilan, Q.S Al-Insan ayat 2

إِنَّا خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ مِن نُّطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَّبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَٰهُ سَمِيعًۢا بَصِيرًا

Artinya

"Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat."

Ayat di atas menjelaskan bahwa Allah SWT menciptakan manusia dari air mani yang bercampur antara air lelaki dan air wanita, kemudian ia diberikan ujian berupa perintah dan larangan yang wajib dipatuhi, lalu Allah jadikan ia bisa melihat dan mendengar agar ia dapat menjalani syariat yang berupa perintah dan larangan tersebut.

2. Pendidikan Pasca Natal ( Tarbiyah Ba’da Al-Wiladah)

Fase bayi, Q.S Al-Mulk ayat 23-24

قُلْ هُوَ الَّذِيْٓ اَنْشَاَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَۗ قَلِيْلًا مَّا تَشْكُرُوْنَ

Artinya

“Katakanlah, “Dialah yang menciptakan kamu dan menjadikan pendengaran, penglihatan dan hati nurani bagi kamu. (Tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur”. 

 ayat di atas menjelaskan terkait dengan fase bayi dimana pada fase ini kehidupan manusia mulai terhitung dari saat kelahiran sampai kira-kira berumur dua tahun, dan seperti yang sudah di jelaskan pada ayat di atas bahwa pada fase ini perkembangan yang paling menonjol saat itu adalah pendengaran.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rangkuman Penafsiran Surah Al-Alaq Ayat 1-5

RANGKUMAN TENTANG KONSEP AL-QUR’AN TENTANG ‘ABD, INSAN, BASYAR

Tujuan Pendidikan Dalam Al-Qur'an