Tujuan Pendidikan Dalam Al-Qur'an
NAMA : Wa jasni La Juli
NIM :18133005
PRODI : Pendidikan Bahasa Arab (PBA1)
SEMESTER :V (Lima)
MK : Tafsir dan Tafsir Tarbawi
TUJUAN PENDIDIKAN DALAM AL-QUR’AN
A. Wawasan Al-Qur’an Tentang Tujuan pendidikan
1.Terwujudnya hamba yang mengabdi kepada Allah (‘abd)
a. Q.S at-Dzariyat ayat 56, Allah swt. Berfirman:
وَمَا خَلَقۡتُ الۡجِنَّ وَالۡاِنۡسَ اِلَّا لِيَعۡبُدُوۡنِ
“Dan Aku tidak meniptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”
b. Q.S al-anbiya’ (21) ayat 25.
…لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدُوْنِ
…Tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”
Ayat di atas dengan sangat tegas menjelaskan bahwa tujuan di ciptakan jin dan manusia ialah untuk beribadah kepada Allah SWT. Ibadah pada ayat di atas bukan sekedar aktivitas ritual keagamaan seperti sholat, haji, zakat dan ibadah mahdhah lainnya, tetapi segala aktivitas yang dilakukan dalam rangka ibtigha’mardhatilah/mencari ridha Allah. Perbuatan ibadah madhah seperti sholat, puasa, zakat dan haji belum memenuhi prinsip ibadah jika dilakukan tanpa kesadaran total yang tersimbolkan dalam niat serta sikap penghambaan dan ketundukan kepada perintah Allah.
Pada dasarnya manusia memiliki naluri penghambaan yang mana naluri tersebut harus di arahkan kepada yang betul dan benar, agar manusia menjadi hamba yang menyembah kepada Allah SWT. Dengan demikian dapat dipahami bahwa tujuan hidup seorang hamba adalah untuk mengabdi kepada Allah. Dengan kata lain bahwa tujuan pendidikan islam harus selaras dengan pandangan hidup seorang muslim yaitu “merealisasikan pengabdian pada Allah swt. Dalam kehidupan manusia, baik secara individu ataupun kelompok.
2. Mempersiapkan individu untuk menjadi khalifah (pemimpin)
ayat yang membahas tentang ini adalah:
a. Al-qur’an surah al-baqarah ayat 30
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
ingatlah ketika Tuhan berfirman kedapa para malaikat; “sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, pada hal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: sesungguhnya Aku mengetahui apa yang yang tidak kamu ketahui”.
b. Al-qur’an surah ahaad ayat 26
يَا دَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ…
Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil
c. Al-qur’an surah al-fathir ayat 39
هُوَ ٱلَّذِى جَعَلَكُمْ خَلَٰٓئِفَ فِى ٱلْأَرْضِ ۚ فَمَن كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُ,..ۥ ۖ
Dialah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. Barangsiapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri.
d. Al-qur’an surah Yunus ayat 14
ثُمَّ جَعَلْنَٰكُمْ خَلَٰٓئِفَ فِى ٱلْأَرْضِ مِنۢ بَعْدِهِمْ لِنَنظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ
Kemudian Kami jadikan kamu pengganti-pengganti (mereka) di muka bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat.
e. Al-qur’an surah yunus ayat 73
فَكَذَّبُوهُ فَنَجَّيْنَٰهُ وَمَن مَّعَهُۥ فِى ٱلْفُلْكِ وَجَعَلْنَٰهُمْ خَلَٰٓئِفَ وَأَغْرَقْنَا ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا ۖ…
Lalu mereka mendustakan Nuh, maka Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, dan Kami jadikan mereka itu pemegang kekuasaan dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami.
f. Al-qur’an surah al-An’am ayat 165
وَهُوَ ٱلَّذِى جَعَلَكُمْ خَلَٰٓئِفَ ٱلْأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَٰتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِى مَآ ءَاتَىٰكُمْ ۗ…
Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu.
g. Al-qur’an surah al-A’raf ayat 69
…وَٱذْكُرُوٓا۟ إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَآءَ مِنۢ بَعْدِ قَوْمِ نُوحٍ وَزَادَكُمْ فِى ٱلْخَلْقِ بَصْۜطَة..
Dan ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kamu sebagai pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah lenyapnya kaum Nuh, dan Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu (daripada kaum Nuh itu).
Khalifah secara etimologi berarti yang menggantikan, yaitu menggantikan orang lain, dan mengambil tempatnya. Khalifah, dimaksudkan untuk menggantikan peran Allah dalam menegakkan kehendak-Nya dan menerapkan ketetapan-ketetapan-Nya. Kata khalifah juga mengacu kepada pengertian penerima otoritas yang bersumber dari Tuhan. Selain itu selain kata khalifah juga selalu diartikan sebagai pemimpin atau imam.
Pada ayat-ayat di atas kata Khalifah tidak hanya di tunjukan untuk para nabi-nabi tertentu yang telah ditetapkan dalam ayat tersebut, namun kata Khalifah juga ditujukan untuk kaum-kaum sesudah mereka atau kader-kader Khalifah di bumi yang diberi amanah oleh Allah SWT karena memiliki kemampuan menjadi pemimpin serta mengelolah, memelihara dan memanfaatkan alam, guna mendatangkan kemaslahatan bagi manusia.
3. Membina dan memupuk akhlakul karimah
Dalam pendidikan Islam, akhlak merupakan ruh, dalam hal ini akhlaklah yang menjadi ukuran keberhasilan dan ketercapaian dalam pendidikan. Sebab, berhasil dan tidaknya suatu pendidikan tergantung dari akhlak peserta didiknya, oleh sebab itu para pakar pendidikan islam menyatakan bahwa membina akhlak yang mulia merupakan salah satu tujuan dari pendidikan islam.
Di antara ayat Al-qur’an yang membahas tentang akhlak adalah:
a. Al-qur’an surah al-qalam ayat 4
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.
b. Al-qur’an surah al-syu’ara ayat 137
إِنْ هَٰذَآ إِلَّا خُلُقُ ٱلْأَوَّلِينَ
Ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang dahulu.
4. Untuk mencapai kebahagiaan dunia akhirat.
Tujuan pendidikan dirancang agar dapat merangkum tujuan hidup manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yaitu keselamatan dan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.
Di antara ayat-ayat yang menyatakan hal ini adalah:
a. Al-qur’an surah al-baqarah ayat 200
….فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ
Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia", dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.
b. Al-qur’an surah al-baqarah ayat 201
وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka".
5. Mempersiapkan manusia yang kuat secara fisik
Ayat-ayat yang membahas tengtang hal ini adalah:
a. Al- qur’an surah Nisa ayat 9
وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.
b. Al-qur’an surah al-baqarah ayat 247.
وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ ٱللَّهَ قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوتَ مَلِكًا ۚ قَالُوٓا۟ أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُ ٱلْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ أَحَقُّ بِٱلْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِّنَ ٱلْمَالِ ۚ قَالَ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصْطَفَىٰهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُۥ بَسْطَةً فِى ٱلْعِلْمِ وَٱلْجِسْمِ ۖ وَٱللَّهُ يُؤْتِى مُلْكَهُۥ مَن يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ
Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu". Mereka menjawab: "Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak?" Nabi (mereka) berkata: "Sesungguhnya Allah telah memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa". Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.
c. Al-Qur'an surah Al-Qahsas ayat 26
قَالَتْ اِحْدٰىهُمَا يٰٓاَبَتِ اسْتَأْجِرْهُ ۖاِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْاَمِيْنُ
Dan salah seorang dari kedua (perempuan) itu berkata, “Wahai ayahku! Jadikanlah dia sebagai pekerja (pada kita), sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau ambil sebagai pekerja (pada kita) ialah orang yang kuat dan dapat dipercaya.”
Komentar
Posting Komentar