Tugas Ulangan Tengah Semester Tafsir dan Tafsir Tarbawi
Nama : Wa Jasni La Juli
Prodi : PBA 1 (Pendidikan Bahasa Arab)
Semester : V (Lima)
Mata Kuliah : Tafsir dan Tafsir Tarbawi
Rangkuman materi Tafsir dan Tafsir Tarbawi
A. Definisi Tafsir dan tafsir Tarbawi
1. TAFSIR
Istilah tafsir secara etimologi berarti menjelaskan (الايضاح), menerangkan (التبيين), menampakan (الاظهار), menyibak (الكشف) dan merinci (التفصيل). Kata Tafsir sendiri berasal dari isim masdar dari wajan (تفعيل). Kata tafsir tersebut diambil dari bahasa arab yaituيفسّر تفسيرا فسّر yang artinya menjelaskan. Dimana pengertian inilah yang dimaksud di dalam lisanun Arab dengan كشف المغطلى ( membuka sesuatu yang tertutup ).
Jadi kata tafsir adalah upaya atau usaha menjelaskan, mengungkapkan dan menerangkan, dengan menggali atau mencari tahu lebih dalam lagi, mengenai masalah yang masih kabur, samar dan belum jelas, makna-makna dari sebuah teks Al-qur’an itu sendiri.
2. Tafsir tarbawi
Kata tarbawi atau pendidikan adalah terjemahan dari bahasa Arab, yakni Rabba-Yurabbi-Tarbiyyatan, kata tersebut bermakna pembimbing, pengasuhan, dan pemeliharaan. Kemudian dalam bahasa Indonesia sendiri kata “pendidikan” berasal dari kata “didik” dengan memberi awalan “pen” dan akhiran “an” yang mengandung arti “perbuatan” (hal, cara, dan sebagainya). Istilah pendidikan berasal dari bahasa Yunani, yaitu “paedagoie” yang berarti bimbingan yang diberikan kepada anak. Istilah ini kemudia diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan “education” yang berarti pengembangan atau bimbingan
Jadi definisi tafsir tarbawi (pendidikan) adalah pengungkapan atau penjelasan ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan proses atau cara yang dilakukan oleh pendidik untuk mengambangkan pengetahuan, atau potensi peserta didik melalui berbagai metode, sehingga dengan begitu bisa menyebabkan potensi yang dimiliki peserta didik tersebut dapat tumbuh dengan baik.
B. Tafsir dan Tafsir Tarbawi yang terkandung dalam QS. Al-'Alaq ayat 1-5
Terdapat 3 nilai pendindidikan yang ada dalam QS Al-Alaq ayat 1-5 menurut tafsiran Quraish Shihab yaitu:
1. Nilai-nilai pendidikan Keterampilan yang meliputi (membaca, menulis dan biologi),
Dilihat dari penafsiran Q.S. Al-Alaq ayat 1-5, yang mana ayat-ayat tersebut mengandung nilai-nilai keterampilan bagi manusia itu sendiri, yang mana surat tersebut telah memuat materi-materi dasar keterampilan dalam pendidikan yang dapat dikembangkan dalam pendidikan-pendidikan selanjutnya sesuai dengan perkembangan jiwa dan daya serap peserta didik.
2. Nilai-nilai Pendidikan Ketuhanan
Nilai-nilai pendidikan tauhid sebagaimana yang diisyaratkan oleh ayat pertama, terlihat pada perbuatan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya baik dalam kehidupan individual, berkeluarga maupun bermasyarakat. Nabi melalakukan penanaman akidah tidak hanya terbatas pada orang dewasa, tetapi juga terhadap anak-anak, bahkan sejak bayi mereka telah diberi pendidikan tauhid.
3. Nilai Pendidikan Akal (intelek)
Kecerdasan ditandai dengan kemampuan menyelesaikan masala secara cepat dan tepat.Sedangkan pandai ditandai dengan banyaknya pengetahuan dan informasi yang dimiliki. Kecerdasan dan kepandaian dapat dilihat ddari beberapa indikator, yaitu ;pertama, memilki sains yang berkualitas tinggi yaitu sebuah pengetahuan yang merupakan produk indera dan akal yang mengindikasikan tinggi dan rendahnya mutu akal. Orang Islam diharapkan tidak hanya menguasai teori-teori sains, tetapi berkemampuan menciptakan teori-teori baru dalam sains, termasuk teknologi modern.Kedua, memahami dan menghasilkan filsafat.Filsafat adalah jenis pengetahuan yang bersifat rasional, dengan demikian orang Islam diharapkan dapat memecahkan masalah-masalah filosofis.
C. Sumber Memperoleh Ilmu Pengetahuan
Allah SWT berfirman dalam QS Sabah Ayat 1-2, dalam ayat ini Allah SWT menjelaskan bahwa dengan adanya potensi, manusia bisa membaca, memahami, meneliti, serta menghayati fenomena-fenomena yang nantinya akan menjadi ilmu pengetahuan. Fenomena tersebut baik berupa kauniah (alam semesta) maupun fenomena quraniyah yaitu Al-Qur'an. Karena Al-Qur'an dan Hadits selain menjadi pedoman hidup manusia, di dalamnya juga terdapat ayat-ayat yang membahas tentang fenomena-fenomena Alam dan manusia.
D. Klasifikasi Ilmu Pengetahuan
1. Ilmu Agama
Surat At Taubah ayat 122 adalah salah satu ayat tentang menuntut ilmu khusus nya di ilmu agama. Pada ayat tersebut Allah menerangkan, dimana tidak semua orang mukmin harus berakat ke Medan perang, namun di sini masyarakat di bagi tugasnya masing-masing yaitu sebagian ikut berperang dan sebagian lagi harus menuntut ilmu dan mendalami agama Islam. Agar ajaran-ajaran agama Islam dan ilmu yang di sampaikan bisa lebih efektif dan merata di masyarakat, selain itu agar da'wah pun bisa tetap di sampaikan agar menambah kecerdasan dan wawasan umat Islam.
Sebab seseorang yang menuntut ilmu agama, itu sama halnya deng orng yang berjihad di jalan Allah karena bertujuan untuk mencerdaskan umat Islam agar umat Islam bisa lebih berkembang lagi dengan di sebar luaskan dan mudah di pahami oleh semua lapisan masyarakat.
2. Psikologi dan Ilmu Alam
Ilmu Psikologi dan Ilmu Alam, terdapat dalam Al-Qur’an Surah Fushshilat ayat 53, Dari ayat tersebut menggambarkan bagaimana besarnya fenomena yang menunjukkan kebesaran Allah baik ada d seluruh wilayah bumi maupun di diri manusia itu sendiri. Selain itu pada ayat tersebut menjelaskan bahwa manusia harus mempelajari fenomena tersebut agar bisa terbentuk keimanan serta keyakinan terhadap Allah dan percaya bahwa Al-Qur'an yang di bawakan oleh Nabi Muhammad SAW itu benar dari Allah dengan melalui perantara malaikat Jibril.
3. Ilmu Sejarah
Salah satu ayat yang membahas mengenai ilmu sejarah yaitu Al-Qur'an Surah Muhammad ayat 10. Pada ayat ini menjelaskan mengenai salah satu ilmu sejarah karena pada ayat tersebut menerangkan bahwa mereka masi bisa melihat peninggalan kaum-kaum terdahulu yang ingkar dengan Allah, yang mana peninggalan tersebut berupa reruntuhan, puing-puing dan sebagainya.
4. Ilmu Biologi
Salah satu ayat yang membahas mengenai ilmu biologi yaitu Al-Qur'an Surah Al-anbiya ayat 30. Pada ayat tersebut memberikan petunjuk bahwa Allah menciptakan kehidupan dari Air, maka benda-benda hidup yang ada ini semua berasal dari Air, dengan kata lain tanpa Air maka tidak akan ada kehidupan. Jadi ayat tersebut menjelaskan kepada kita mengena seluk beluk makhluk Allah dan sebagai salah satu sumber ilmu pengetahuan yaitu ilmu biologi.
E. Ayat-ayat tentang Ilmu Pengetahuan dan Terjemahannya
1. Ilmu Tumbuh-tumbuhan dan Ilmu Bercocok Tanam (Botani)
Botani atau ilmu tumbuh-tumbuhan adalah ilmu yang mempelajari tentang tumbuh-tumbuhan, jamur, dan alga, dengan mikologi dan fikologi berada di dalam cabang ilmu botani. Firman Allah SWT mengenai ilmu botani yaitu QS. al-Hajj ayat 5. Pada ayat di atas Allah SWT menjelaskan perihal adanya hari kebangkitan yaitu; 1) berhubungan dengan proses kejadian manusia dan 2) berhubungan dengan proses kehidupan tumbuh-tumbuhan . Selain itu pada ayat ini pula Allah SWT menerangkan adanya bukti kebesaran Allah SWT yaitu dia telah menciptakan makhluk nya yang berpasang-pasangan baik dari segi pasangan jenis seperti laki-laki dan perempuan, maupun pasangan sifat seperti kuat dan lemah, kayak dan miskin, tinggi dan rendah, dan lain sebagainya.
2. Ilmu Hewan (Zoologi) dan Ilmu Hayat
Zoologi atau ilmu hewan adalah cabang biologi yang mempelajari struktur, fungsi, perilaku, serta evolusi hewan. Salah satu firman Allah SWT terkait dengan ilmu zoologi yaitu QS. al-Ghaasyiyah ayat 17. Pada ayat ini Allah SWT menjelaskan perihal kekuasaannya dengan cara Allah SWT mengajak mereka yang kafir berfikir dalam perihal bagaimana keadaan unta di ciptakan, yang mana unta tersebut mereka gunakan setiap waktu untuk memenuhi kebutuhan mereka. Begitu pula mengenai langit yang menjulang tinggi tanpa tiang, dan gunung yang berdiri kukuh sehingga tidak goyang, semua itu Allah memberikan gambaran bahwa kekuasaan Allah itu sangat besar dan tidak ada yang bisa menandingi kekuasaannya.
3. Ilmu Tentang Kejadian Proses Makhluk (Manusia)
Firman Allah SWT mengenai ilmu tersebut yaitu QS. al-Mu’minun Ayat 12-14. Pada ayat di ini sudah jelas bahwa Allah SWT menjelaskan proses penciptaan manusia secara biologis (yang dapat dipelajari) dan non biologis (yang tidak dapat dipelajari), secara biologis yang bisa dipelajari yaitu penciptaan manusia yang bermula pada air mani, daging dan tulang belulang, dan perihal struktur tubuh manusia. Sedangkan yang tidak dapat dipelajari secara non biologis yaitu perihal roh atau nyawa baik pada manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan. Sebab sesuatu yang berkaitan dengan roh itu hanya Allah SWT yang mengetahui nya karena kemampuan manusia terbatas tidak bisa menjangkau terlalu dalam mengenai roh.
4. Ilmu Falak
Ilmu Falak adalah ilmu yang mempelajari lintasan benda-benda langit-khususnya bumi, bulan, dan matahari-pada orbitnya masing-masing dengan tujuan untuk diketahui posisi benda langit antara satu dengan lainnya, agar dapat diketahui waktu-waktu di permukaan bumi. Firman Allah SWT mengenai ilmu pengetahuan tersebut yaitu QS. Yasin ayat 37-40. Pada ayat ini meletakkan dasar garis ilmu pengetahuan alam dan ilmu falak. Proses terjadinya siang dan malam karena bergeraknya tata surya, terutama pada bumi dan matahari. Ayat ini juga menjelaskan bagaimana proses geologi berjalan puluhan, ratusan bahkan jutaan tahun. Sementara itu berjalannya pula erosi yang bermula dari tempat-tempat yang tinggi dan kemudian hasil erosi tersebut di hamparkan dan di endapkan ke tempat-tempat yang rendah.
5. Ilmu Hitung dan Eksakta
Ilmu Eksakta adalah ilmu yang berdasarkan ketepatan dan kecermatan dalam metode penelitian dan analisis. Firman Allah SWT mengenai ilmu pengetahuan tersebut yaitu Qs. Al-Hijr ayat 21. Pada ayat ini Allah menjelaskan bahwa semua yang hidup dan yang mati Allah SWT sudah mencatat perbuatan mereka dengan teliti. Dan Allah mampu membangkitkan orang yang sudah meninggal di dalam kubur, selain itu pada penggalan ayat di atas para ulama memahami bahwa Allah menciptakan matahari dan bulan agar bisa menjadi alat ukur dalam menghitung waktu.
6. Ilmu Fisika dan Kimia
Firman Allah SWT yang membahas ilmu tersebut ada pada Qs. Ar-Ra'd ayat 12-13. Pada ayat ini menjelaskan bahwa Allah mampu memperlihatkan kekuasaannya seperti dengan di perlihatkan adanya kilat, guruh, dan halilintar, semua perihal itu sudah di jelaskan oleh Al-Qur'an sebelum para sains dan ilmuan menyadarinya.
7. Ilmu Geologi
Geologi adalah suatu bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian yang mempelajari segala sesuatu mengenai planet Bumi beserta isinya yang pernah ada. Terkait dengan hal ini Allah SWT menjelaskan dalam Qs. Al-Zalzalah ayat 1-2. Pada ayat tersebut Allah SWT menjelaskan bahwa bumi di ciptakan sekaligus isi di dalamnya, yang mana jika di guncangkan dengan dahsyatnya atas izin Allah SWT, maka bisa mengeluarkan partikel-partikel yang berat dan bisa membahayakan penduduk bum
F. Keutamaan Menuntut Ilmu Pengetahuan dalam Al-Qur'an
Islam sangat mendukung terhadap orang-orang pencari dan pengembang ilmu pengetahuan sebagaimana di jelaskan dalam QS Az-Zumar ayat 9, dimana pada ayat ini Allah SWT membedakan antara orang berilmu dengan orng bodoh karena kedua hal ini sangatlah berbeda seperti halnya orang buta dengan orang yang melihat, kegelapan dan cahaya, orang yang hidup dengan yang mati, manusia dengan hewan serta antara penghuni surga dan bumi.
G. Metode-Metode Pembelajaran dalam Al-Qur'an
1. Pengertian metode
Kata metode (method) berasal dari bahasa Latin dan juga Yunani, methodus yang berasal dari kata meta yang berarti yang dilalui, dan kata hodos yang berarti suatu jalan atau suatu cara. Metode adalah suatu proses atau cara sistematis yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu dengan efisiensi, yang sesuai dengan urutan langkah-langkah tetap dan teratur.
2. Macam-macam metode
Berikut ini terdapat beberapa metode yang di tinjau dari wawasan dalam Al-Qur'an beserta ayat-ayat yang berkenaan dengan metode tersebut, sebagai berikut:
a. Metode diskusi
Model diskusi merupakan pengajaran yang berfokus pada cara belajar siswa untuk bisa memecahkan kasus dari sebuah masalah. Metode ini dilakukan oleh dua atau lebih siswa yang saling berinteraksi.
b. Metode Tanya jawab
Metode tanya jawab adalah suatu cara mengajar dimana seorang guru mengajukan beberapa pertanyaan kepada seorang murid tentang pelajaran yang telah diajarkan atau bahan pelajaran yang telah dibaca. Beberapa ayat-ayat Al-Qur'an yang membahas mengenai metode ini yaitu Surat as-Saffat : 100-108 dan Surat al-Anbiyaa : 57-70
c. Metode Ceramah
Metode ceramah adalah cara menyampaikan sebuah informasi atau materi pelajaran dengan cara penuturan lisan atau langsung dari pendidik (guru) kepada peserta didik (murid). Ayat-ayat Al-Qur'an yang mengabarkan mengenai metode ini yaitu: Surat Thaha ayat 25-28, Surat al-Araf ayat 35 dan Surat Yunus ayat 23
d. Metode Demontrasi
Metode demontrasi adalah suatu cara dimana seorang guru mempertunjukkan atau memperagakan proses sesuatu atau pelaksanaan sesuatu yang berkaitan dengan pelajaran yang akan di ajarkan sedangkan murid atau peserta didik memperhatikannya. Salah satu ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan metode ini yaitu terdapat dalam QS. Al-kahfi Ayat 66.
e. Metode Eksperimen
Metode eksperimen adalah cara penyajian pelajaran, di mana siswa melakukan percobaan dengan mengalami sendiri sesuatu yang dipelajari. Dalam proses belajar mengajar, dengan metode eksperimen, siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri, mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, keadaan atau proses sesuatu serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan dievaluasi oleh guru. Salah satu Ayat Al-Qur'an mengenai metode ini yaitu terdapat pada surat ar-Rahman ayat 33.
f. Metode keteladanan
Metode keteladanan adalah suatu cara mengajar dimana seorang guru memberi contoh dan menjadi suri tauladan yang baik dengan memperlihatkan kebiasaan dan akhlaknya, sesuai yang telah diperintahkan oleh Allah SWT dan yang telah diterapkan oleh Rasulullah Saw, sebab sebaik-baik tauladan ialah Allah dan rasulnya. Salah satu ayat Al-Qur'an mengenai metode ini yaitu pada QS al-Ahzab ayat 21.
g. Metode Amtsal
Metode amstal adalah cara mengajar yang mana guru menyampaikan sesuatu dengan cara menyerupakan sesuatu dengan sesuatu yang lain untuk mengkongkritkan sesuatu makna yang abstrak. Metode ini sering digunakan guru untuk menyampaikan materi pembelajarannya supaya peserta didiknya mengetahui dan memahami materi pembelajaran dengan baik. Berikut ayat-ayat yang berkenaan dengan metode ini yaitu : Surat al-Baqarah : 17-19, Surat al-Baqrah : 68, Surat al-Furqon : 67, Surat an-Nisa : 123, Surat al-Isra : 29, Surar al-Isra : 63, Surat an-Najm : 41, Surat Yusuf : 64, Surat Yusuf : 41, Surat Yusuf : 51 dan Surat al-Isra : 84.
h. Metode Targhib dan Tarhib
Yaitu cara mengajar dimana guru memberikan materi pembelajaran dengan menggunakan ganjaran terhadap kebaikan dan hukuman kepada keburukan agar peserta didik melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan.
i. Metode Pengulangan (tikror)
Metode pengulangan yaitu cara mengajar dimana guru memberikan materi ajar dengan cara mengulang-ngulang materi tersebut dengan harapan siswa bisa mengingat lebih lama materi yang disampaikan.
Metode pengulangan ini banyak dalam al-Quran diantaranya yaitu: ayat- ayat yang bersangkutan dengan metode ini yaitu: Surat al-Fatihah : 7 , Surat al-Anfal : 4-5 dan Surat al-Imron : 10-11.
H. Tanggung Jawab Pendidikan dalam Al-Qur'an
Dalam prespektif Al-Qur'an tanggung jawab pendidikan dibebankan kepada individu, keluarga, sekolah, masyarakat dan pemimpin.
1) Individu
Tanggung jawab individu adalah tanggung jawab atas diri sendiri dimana dia bisa membedakan hal-hal yang baik dan yang baik sesuai yang sudah di sampaikan oleh Rasulullah Saw. Ayat-ayat yang terkait dengan tanggung jawab individu tersebut, yaitu : Q.S. At-Tahrim : 6, Q.S. At-Tur : 21, Q.S. Al-Isra’ : 36
2) Orang Tua
Tanggung jawab orang tua adalah tanggung jawab yang di bebankan kepada kedua orang tua terhadap anaknya, yang mana tanggung jawab pendidikan ini diserahkan kepada kedua orang tua di rumah seperti pendidikan akhlak dan meneladani keluarga Nabi Muhammad SAW. Ayat-ayat yang terkait dengan tanggung jawab tersebut, yaitu : Q.S. Taha : 132, Q.S. Al-Furqan : 74, Q.S. At-Tagabun : 14, Q.S. Lukman : 13, 14, dan Q.S. As-Syuara : 214.
3) Sekolah
Tanggung jawab sekolah adalah tanggung jawab ini di bebankan kepada seorang guru, dimana guru berusaha mengembangkan potensi akal dan ruhani peserta didik di sekolah. Potensi akal yaitu menjadikan peserta didik cerdas, terampil, kreatif, inovatif, dan berakhlak mulia. Sedangkan potensi ruhani yaitu mengembangkan potensi ruhani peserta didik sehingga sadar akan dirinya sebagai makhluk Allah yang terbaik, tidak berlaku syirik dan menjadikan Allah sebagai tempat menyembah dan tempat meminta pertolongan. Ayat-ayat yang terkait dengan tanggung jawab tersebut, yaitu : Q.S. Al-Mujadilah : 11, dan Q.S. Al-Baqarah : 132-133
4) Masyarakat
Tanggung jawab masyarakat adalah mengajak manusia kepada jalan kebaikan, makruf dan nahi munkar dengan cara tidak boleh memaksa tetapi disampaikan secara pesuasif dengan cara bil-hikmah (kearifan), al-mau’izah al-hasanah (pengajaran yang baik) dan mujadalah (dialog). Ayat-ayat yang terkait dengan tanggung jawab tersebut, yaitu : Q.S. Ali Imran : 104 dan Q.S. Ali Imran : 110.
5) Pemimpin
Jika dilihat tanggung jawab pemimpin dalam pendidikan adalah menyelenggarakan pendidikan, menyediakan sarana dan prasarana, tenaga pendidik, pengguna, honor, kurikulum, administrasi dan evaluasi pendidikan. Jadi tanggung jawab pemimpin di sini sangat penting, karena setiap manusia adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban. Maka seorang pemimpin harus menyeru kepada mereka agar berbuat baik dan mencegah dari perbuatan munkar. Ayat-ayat yang terkait dengan tanggung jawab tersebut, yaitu : Q.S. An-Nisa’ : 59, dan Q.S. At-Taubah : 71.
Komentar
Posting Komentar