Klasifikasi Pembidangan Ilmu Pengetahuan

Nama          : Wa jasni La Juli

Prodi           : PBA 1 (Pendidikan Bahasa Arab)

Semester    : V (Lima)

Mata Kuliah : Tafsir dan Tafsir Tarbawi

KLASIFIKASI PEMBIDANGAN ILMU PENGETAHUAN


Dalam klasifikasi pembidangan, ilmu pengetahuan terbagi menjadi beberapa bagian diantarnya yaitu:

1. Ilmu Tumbuh-tumbuhan dan Ilmu Bercocok Tanam (Botani)

Botani atau ilmu tumbuh-tumbuhan adalah ilmu yang mempelajari tentang tumbuh-tumbuhan, jamur, dan alga, dengan mikologi dan fikologi berada di dalam cabang ilmu botani. Firman Allah SWT mengenai ilmu botani yaitu QS. al-Hajj ayat 5.

وَتَرَى الْاَرْضَ هَامِدَةً فَاِذَآ اَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاۤءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَاَنْۢبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍۢ بَهِيْجٍ

Artinya: ... Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air (hujan) di atasnya, hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan (tetumbuhan) yang indah. (QS. al-Hajj:5) 

Pada ayat di atas Allah SWT menjelaskan perihal adanya hari kebangkitan yaitu; 1) berhubungan dengan proses kejadian manusia dan 2) berhubungan dengan proses kehidupan tumbuh-tumbuhan . Selain itu pada ayat ini pula Allah SWT menerangkan adanya bukti kebesaran Allah SWT yaitu dia telah menciptakan makhluk nya yang berpasang-pasangan baik dari segi pasangan jenis seperti laki-laki dan perempuan, maupun pasangan sifat seperti kuat dan lemah, kayak dan miskin, tinggi dan rendah, dan lain sebagainya. Selain ayat di atas ada juga Ayat lain yang menjelaskan perihal yang sama yaitu dalam surah Yaasiin ayat 36, Allah berfirman:

سُبْحٰنَ الَّذِيْ خَلَقَ الْاَزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنْۢبِتُ الْاَرْضُ وَمِنْ اَنْفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُوْنَ

Artinya: Mahasuci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. (QS. Yasin:36)

Pada ayat tersebut Allah SWT menjelaskan, bahwa Allah SWT yang telah menciptakan semua yang berpasang-pasangan baik yang ada d bumi maupun dari manusia itu sendiri, bahkan sesuatu yang mereka tidak mengetahui nya sekalipun.

2. Ilmu Hewan (Zoologi) dan Ilmu Hayat

Zoologi atau ilmu hewan adalah cabang biologi yang mempelajari struktur, fungsi, perilaku, serta evolusi hewan. Salah satu firman Allah SWT terkait dengan ilmu zoologi yaitu QS. al-Ghaasyiyah ayat 17

اَفَلَا يَنْظُرُوْنَ اِلَى الْاِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْۗ

Artinya: (Mengapa mereka yang kafir masih mengingkari akhirat) tidakkah mereka memperhatikan keadaan unta bagaimana ia diciptakan?. (QS. al-Ghaasyiyah:17) 

Pada ayat ini Allah SWT menjelaskan perihal kekuasaannya dengan cara Allah SWT mengajak mereka yang kafir berfikir dalam perihal bagaimana keadaan unta di ciptakan, yang mana unta tersebut mereka gunakan setiap waktu untuk memenuhi kebutuhan mereka. Begitu pula mengenai langit yang menjulang tinggi tanpa tiang, dan gunung yang berdiri kukuh sehingga tidak goyang, semua itu Allah memberikan gambaran bahwa kekuasaan Allah itu sangat besar dan tidak ada yang bisa menandingi kekuasaannya.

3. Ilmu Tentang Kejadian Proses Makhluk (Manusia)

Firman Allah SWT mengenai ilmu tersebut yaitu QS. al-Mu’minun Ayat 12-14

(12) وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنْ سُلٰلَةٍ مِّنْ طِيْنٍ ۚ

(13) ثُمَّ جَعَلْنٰهُ نُطْفَةً فِيْ قَرَارٍ مَّكِيْنٍ

 ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظٰمًا فَكَسَوْنَا الْعِظٰمَ لَحْمًا ثُمَّ اَنْشَأْنٰهُ خَلْقًا

(14) اٰخَرَۗ فَتَبَارَكَ اللّٰهُ اَحْسَنُ الْخٰلِقِيْنَۗ

Artinya: Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah (12), Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim) (13), Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik (14). (QS. al-Mu’minun:12-14)

Pada ayat di atas sudah jelas bahwa Allah SWT menjelaskan proses penciptaan manusia secara biologis (yang dapat dipelajari) dan non biologis (yang tidak dapat dipelajari), secara biologis yang bisa dipelajari yaitu penciptaan manusia yang bermula pada air mani, daging dan tulang belulang, dan perihal struktur tubuh manusia. Sedangkan yang tidak dapat dipelajari secara non biologis yaitu perihal roh atau nyawa baik pada manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan. Sebab sesuatu yang berkaitan dengan roh itu hanya Allah SWT yang mengetahui nya karena kemampuan manusia terbatas tidak bisa menjangkau terlalu dalam mengenai roh.

4. Ilmu Falak

Ilmu Falak adalah ilmu yang mempelajari lintasan benda-benda langit-khususnya bumi, bulan, dan matahari-pada orbitnya masing-masing dengan tujuan untuk diketahui posisi benda langit antara satu dengan lainnya, agar dapat diketahui waktu-waktu di permukaan bumi. Firman Allah SWT mengenai ilmu pengetahuan tersebut yaitu QS. Yasin ayat 37-40

(37) وَاٰيَةٌ لَّهُمُ الَّيْلُ ۖنَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَاِذَا هُمْ مُّظْلِمُوْنَۙ

(38) وَالشَّمْسُ تَجْرِيْ لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ۗذٰلِكَ تَقْدِيْرُ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِۗ

(39) وَالْقَمَرَ قَدَّرْنٰهُ مَنَازِلَ حَتّٰى عَادَ كَالْعُرْجُوْنِ الْقَدِيْمِ

(40) لَا الشَّمْسُ يَنْۢبَغِيْ لَهَآ اَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا الَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ ۗوَكُلٌّ فِيْ فَلَكٍ يَّسْبَحُوْنَ

Artinya: Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari (malam) itu, maka seketika itu mereka (berada dalam) kegelapan (37), dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui (38), Dan telah Kami tetapkan tempat peredaran bagi bulan, sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua (39), Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya (40). (QS. Yasin:37-40).

Pada ayat ini meletakkan dasar garis ilmu pengetahuan alam dan ilmu falak. Proses terjadinya siang dan malam karena bergeraknya tata surya, terutama pada bumi dan matahari. Ayat ini juga menjelaskan bagaimana proses geologi berjalan puluhan, ratusan bahkan jutaan tahun. Sementara itu berjalannya pula erosi yang bermula dari tempat-tempat yang tinggi dan kemudian hasil erosi tersebut di hamparkan dan di endapkan ke tempat-tempat yang rendah. 

5. Ilmu Hitung dan Eksakta

Ilmu Eksakta adalah ilmu yang berdasarkan ketepatan dan kecermatan dalam metode penelitian dan analisis. Firman Allah SWT mengenai ilmu pengetahuan tersebut yaitu Qs. Al-Hijr ayat 21.

وَاِنْ مِّنْ شَيْءٍ اِلَّا عِنْدَنَا خَزَاۤىِٕنُهٗ وَمَا نُنَزِّلُهٗٓ اِلَّا بِقَدَرٍ مَّعْلُوْمٍ

Artinya: "Dan tidak ada sesuatu pun, melainkan pada sisi Kamilah khazanahnya; Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran tertentu". (Qs. Al-Hijr : 21)

Pada ayat ini Allah menjelaskan bahwa semua yang hidup dan yang mati Allah SWT sudah mencatat perbuatan mereka dengan teliti. Dan Allah mampu membangkitkan orang yang sudah meninggal di dalam kubur, selain itu pada penggalan ayat di atas para ulama memahami bahwa Allah menciptakan matahari dan bulan agar bisa menjadi alat ukur dalam menghitung waktu.

6. Ilmu Fisika dan Kimia

Firman Allah SWT yang membahas ilmu tersebut ada pada Qs. Ar-Ra'd ayat 12-13.

اَلَمْ تَرَ اَنَّ اللّٰهَ يُزْجِيْ سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهٗ ثُمَّ يَجْعَلُهٗ رُكَامًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلٰلِهٖۚ وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاۤءِ مِنْ جِبَالٍ فِيْهَا مِنْۢ بَرَدٍ فَيُصِيْبُ بِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَصْرِفُهٗ عَنْ مَّنْ يَّشَاۤءُۗ يَكَادُ سَنَا بَرْقِهٖ يَذْهَبُ

(43) بِالْاَبْصَارِ ۗ

Artinya: "Dialah yang memperlihatkan kilat kepadamu, yang menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia menjadikan mendung (12). Dan guru bertasbih memuji-Nya, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, sementara mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dia Mahakeras siksaan-Nya (13)". (Qs. Ar-Ra'd : 12-13)

Pada ayat di atas menjelaskan bahwa Allah mampu memperlihatkan kekuasaannya seperti dengan di perlihatkan adanya kilat, guruh, dan halilintar, semua perihal itu sudah di jelaskan oleh Al-Qur'an sebelum para sains dan ilmuan menyadarinya.

7. Ilmu Geologi

Geologi adalah suatu bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian yang mempelajari segala sesuatu mengenai planet Bumi beserta isinya yang pernah ada. Terkait dengan hal ini Allah SWT menjelaskan dalam Qs. Al-Zalzalah ayat 1-2.

 (1) اِذَا زُلْزِلَتِ الْاَرْضُ زِلْزَالَهَاۙ

(2) وَاَخْرَجَتِ الْاَرْضُ اَثْقَالَهَاۙ

Artinya: "Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat (1). Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)-Nya (2)". (Qs. Al-Zalzalah : 1-2)

Pada ayat tersebut Allah SWT menjelaskan bahwa bumi di ciptakan sekaligus isi di dalamnya, yang mana jika di guncangkan dengan dahsyatnya atas izin Allah SWT, maka bisa mengeluarkan partikel-partikel yang berat dan bisa membahayakan penduduk bumi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rangkuman Penafsiran Surah Al-Alaq Ayat 1-5

RANGKUMAN TENTANG KONSEP AL-QUR’AN TENTANG ‘ABD, INSAN, BASYAR

Tujuan Pendidikan Dalam Al-Qur'an